hello hello... hello guyss
kemaren weekend pada kemana nih??
hayooo... pada kemana??
kalo aku kemaren habis dari kos temen hwahahaha *siapatanyaelu
hahahaha :D
merasakan kemacetan di Jakarta saat weekend, udah bisa agak beradaptasi hahaha :D
tapi ya gitu, tetep aja capek ga bisa dihindari
alhamdulillah capek masih manusiawi :D
jalan jauh dari shulter dukuh atas 1 sampe shulter sesudahnya Monas [kalo arah dari kota]
nahh jauh bingit kan, dan itu kondisi pinjem sepatu temen, dan ternyata sepatunya kegedhean
terus luka deh, itu kaki bagian belakangnya, jadi bisanya jalan doang, yang lain pada lari ._.
kulit ngelupas, sampe berdarah meskipun dikit, tapi yang namanya perih
sama kayak capek, perih juga ga bisa dihindari
dan namanya kulit kentang yakk [kata Mak ku], "kulitmu iku kulit kentang nduk, "[baca : kulitmu itu kulit kentang nak,] karena kulitku ini tipisnya minta ampun
itu yang beliau katakan saat waktu duluuuuu bingit, saya dikit-dikit kalo kena apa-apa itu namanya nih kulit pasti luka
ga cuma hati, tapi kulit saya juga sensitif *eaaacurhat
dan pada akhirnya, sampai balik lagi ke kost temen[masihan] perihnya itu tak terelakkan *lebay
pas kena air apalagi, piyuuuuuh puerihhh e temenan ._.
alhasil pas balik k kost[sendiri] mampir ke indomaret beli yang namanya hansaplast buat jaga-jaga besok kerja kan pake sepatu noh, daripada merintih-rintih
meskipun rintihan itu manusiawi, hehehe
itu ceritaku weekend kemaren, kalo kalian gimana?? pasti lebih seru dungg :D
oh ya, dari arah sunter[kostku] ke temenku itu daerah hampir ragunan, hebat kan ?? dari ujung utara ke ujung selatan hwahahahha :D itu naik yang namanya angkutan transjakarta a.k.a busway sendirian -_-
huhuhuhu -_- *poorJuni
Tampilkan postingan dengan label Mak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mak. Tampilkan semua postingan
Senin, 21 Oktober 2013
Kamis, 17 Oktober 2013
K E P O ! !
hello hello hello...
sekarang lagi dimana nih? *ihhkepo
gimana kabarnya? *idihkepobangetsih
yaaah... setidaknya itu mungkin yang sering kalian terima
atau bahkan tidak kalah sering juga memberikan pertanyaan semacam itu pula
hello guyyyysss.. menurut kalian gimana?
emang masih jaman yakkk nanyain ini itu ke orang-orang?
minimal ke rekan kerja lah, yang lagi kerja nih
temen kelas, temen sebangku malah.. yang lagi sekolah
daaaaaaaaaaaaaaannn, kalian yang memiliki kedua orang tua utuh
apakah masih tetep juga mengutarakan pertanyaan tersebut atau malah diberi pertanyaan macem tu
yuppppssss, sekarang lagi booming nih kata baru,
KEPO
apaan sih kepo itu??
dari kepanjangannya kepo adalah knowing every particular object
sebenaarnya dari arti, bagus dungg kalo diterapin dengan benar dan mengenal batasan
sekarang lagi dimana nih? *ihhkepo
gimana kabarnya? *idihkepobangetsih
yaaah... setidaknya itu mungkin yang sering kalian terima
atau bahkan tidak kalah sering juga memberikan pertanyaan semacam itu pula
hello guyyyysss.. menurut kalian gimana?
emang masih jaman yakkk nanyain ini itu ke orang-orang?
minimal ke rekan kerja lah, yang lagi kerja nih
temen kelas, temen sebangku malah.. yang lagi sekolah
daaaaaaaaaaaaaaannn, kalian yang memiliki kedua orang tua utuh
apakah masih tetep juga mengutarakan pertanyaan tersebut atau malah diberi pertanyaan macem tu
yuppppssss, sekarang lagi booming nih kata baru,
KEPO
apaan sih kepo itu??
dari kepanjangannya kepo adalah knowing every particular object
sebenaarnya dari arti, bagus dungg kalo diterapin dengan benar dan mengenal batasan
Jumat, 04 Oktober 2013
this is my parent ~~^^
beliau seorang yang tak pernah putus asa
meski kini jauh dari sanak saudara
beliau tak pernah melupakan keluarga
kini hanya tinggal mereka berdua
yang mengisi bangunan berlantai marmer
beratap genteng
di pinggir jalan raya
menguatkan hati
melepaskan ke empat anaknya
yang masing-masing sibuk meraih cita
demi sebuah perasaan tak ingin mengikat mereka
meskipun di dalam hati kecil
sungguh menyedihkan
sungguh menyakitkan
menyaksikan
ke empat anak-anaknya
satu per satu melangkahkan kaki
menuju dunia luar yang kejam
meski kini jauh dari sanak saudara
beliau tak pernah melupakan keluarga
kini hanya tinggal mereka berdua
yang mengisi bangunan berlantai marmer
beratap genteng
di pinggir jalan raya
menguatkan hati
melepaskan ke empat anaknya
yang masing-masing sibuk meraih cita
demi sebuah perasaan tak ingin mengikat mereka
meskipun di dalam hati kecil
sungguh menyedihkan
sungguh menyakitkan
menyaksikan
ke empat anak-anaknya
satu per satu melangkahkan kaki
menuju dunia luar yang kejam
Rabu, 21 Desember 2011
Mawar Untuk Ibu
Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan kepada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu."
Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai bunga mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, "Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"
Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu, Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.
(C.W. McCall)
Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai bunga mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, "Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"
Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu, Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.
(C.W. McCall)
Langganan:
Postingan (Atom)
