Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Pengen Diet !!

Diet?
kenapa diet?

apa itu diet?
kenapa harus diet?

diet itu bukan berarti ga makan seharian demi dapet badan kurus.
itu mah salah besar kalau beranggapan seperti itu.
diet itu tetep makan, tapi mengurangi jatah atau porsi makan itu sendiri.
semisal biasanya makan dengan menggunakan piring besar mengubah kebiasaan dengan menggunakan piring kecil.



otomatis, porsi nasi yang dimakan juga berkurang kan?
nah, yang perlu untuk ditambah adalah kebiasaan minum air mineral 
biasanya malas minum air, harus diperbanyak
untuk porsi diet, minum segelas air putih sebelum makan dan setengah gelas setelah makan.
sehingga meskipun makan dengan porsi yang berkurang, tidak terlalu merasa kelaparan, dicoba deh ^_^

lalu, kembali lagi
bagaimana menerapkan dengan konsekuen sesuatu yang telah dimulai, 

selain cara mengurangi porsi makan, juga memperhatikan tentang apa saja yang dikonsumsi
bukan sekedar makanan tersebut enak di lidah, namun sangat beresiko terhadap kesehatan, semisal makanan cepat saji, memang penyajian praktis, cepat dan juga enak di saat lapar.

namun, jika mengonsumsi makanan cepat saji terus-menerus mending pikir balik lagi deh, daripada nyesel
bisa makan makanan cepat saji bukan berarti ikutan gaya yaa..
jangan memelihara gengsi yang tak perlu, jika akibatnya membahayakan tubuh.
jadi, ayo memulai hidup sehat dan teratur ^_^ keep healthy life gaes ^_^

Kamis, 17 Oktober 2013

Surabi Imut Bandung ~~

sampe di Bandung, malemnya nih diajak keluar sama si teteh Nina
teh Nina, teh Asri, kak Selvi, tiga aa aa *lupa nama
diajak ke jalan Setiabudi, yahhh namanya ya baru nyampek
mana tau lor kidhul(baca: utara selatan)

yaaaa, duduk manis di mobil, sekadar mendengarakan gurauan
dan juga menanggapi jika diajak bicara hehehehe ^^ maklum baru kenal kan malu malu ^^

daaaan tara.. sampailah di surabi imut di jalan Setiabudi,
waaaah gagal nih program diet teh Asri hwahahaha :D
disana sekadar pesen chocolate hangat dan surabi kismis coklat
hemmmm sooo yummy guysss,

Minggu, 09 Oktober 2011

Mie

Mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.



Keanekaragaman


Mi adalah nama generik. Orang Eropa menyebut pasta (dari bahasa Italia) secara generik, dan noodle (bahasa Inggris) untuk pasta yang berbentuk memanjang. Namun begitu, di Eropa bahan baku mi biasanya dari jenis-jenis gandum, sementara di Asia bahan baku mi lebih bervariasi. Di Asia sendiri, pasta yang dibuat selalu berbentuk memanjang. Berbagai bentuk mi dapat ditemukan di berbagai tempat. Perbedaan mi terjadi karena campuran bahan, asal-usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan. Berikut ini adalah jenis-jenis mi (dan makanan dari mi) yang cukup dikenal.
  • Bihun -- mi asal Tiongkok, dibuat dari bahan baku tepung beras
  • Dangmyeon -- mi Korea, dari tepung ubi jalar
  • Fettuccine -- mi asal Italia, mirip spageti, pipih dan lebih halus daripada linguine
  • Ifu mie -- mi asal Tiongkok, tepung terigu (gandum)
  • Kwetiau -- mi asal Tiongkok, tepung beras
  • Linguine -- mi asal Italia mirip spageti, pipih dan lebih halus
  • Makaroni -- mi asal Italia, dipotong pendek-pendek, melengkung dan berlubang di tengahnya
  • Memil guksu -- mi Korea, dari buckwheat, sama dengan soba
  • Mi Cina -- mi asal Tiongkok, tepung terigu
  • Misoa -- mi asal Tiongkok, terbuat dari tepung terigu
  • Mi instan
  • Mi sagu, tepung sagu
  • Olchaengi guksu -- mi Korea dari tepung jagung, berasal dari provinsi Gangwon-do di Korea Selatan
  • Ramen -- mi kuah dari Jepang
  • Reshteh -- mi telur segar asal Timur Tengah
  • Soba -- mi kecoklatan dari Jepang, dari tepung buckwheat
  • Somyeon - mi Korea dari tepung gandum yang sangat tipis, mirip dengan sōmen
  • Soun -- mi asal Tiongkok, dari tepung kacang hijau
  • Spageti -- mi asal Italia
  • Spätzle -- mi asal selatan Jerman dengan kuning telur
  • Udon -- mi asal Jepang, tepung terigu
  • Wai Wai -- mi asal India
  • Bakmi Pundong / mie jawa -- mi asal jawa, Indonesia, dari tepung ketela pohon

Jenis-jenis mie berdasarkan bahan

Tepung

  • Chūka men (中華麺): Versi Jepang dari "mie China", digunakan untuk kata ramen, chanpon dan yakisoba
  • Lamian (拉麵): Mie China yang dalam pembuatannya dilakukan dengan menarik mie dengan tangan
  • Mee pok (麪薄): Mie China berwarna kuning, populer di asia tenggara
  • Nokedli : Mie Hungaria
  • Pasta : Setidaknya 350 varian digunakan pada kuliner Itali
  • Sōmen (そうめん): Mie jepang yang sangat tipis
  • Spätzle: Mie yang berasar dari swabia, jerman yang terbuat dari tepung dan telur
  • Udon (うどん): Mie jepang yang tebal
  • Erişte: mie Turki berwarna kuning atau kemerahan

Nasi

  • Mie tipis atau tebal, yang dikenal dengan nama hé fěn atau ho fun (河粉), kway teow atau sen yai (เส้นใหญ่)
  • Nasi vermicelli: nasi mie tipis, yang dikenal dengan nama mǐfěn (米粉) or bee hoon or sen mee (เส้นหมี่)
  • Idiyaappam adalah nasi mie India
diambil dari Wikipedia

Kerak Telur

Kerak Telor, . . . .  anda tau ini dari mana???
Ya, tepat sekali, makanan khas ibukota negara kita ini, sekarang mudah sekali dijumpai dimana saja.
Seminggu yang lalu saya kepingin nyoba kerak telur jadinya patungan deh sama temen saya untuk beli kerak telur.
Saya kira rasanya wahhhh, gimana gitu, setelah ngrasain sendiri ow ya kayak gini thok rasanya, e e e e e kayak nasi karak, ada telurnya terus ditaburi bawang goreng, yang mbuat sedepp itu bawang gorengnya kriuk banget.
Waktu beli kerak telur itu saya dan temen saya Asri, sebetulnya udah gak sanggup nghabisin cz banyak banget, ya udah terpaksa deh, . . . .
Walaupun rasanya biasa aja, namun kita sebagai generasi muda harus melestarikan budaya bangsa termasuk kerak telur ini, .. .. . :)