Kamis, 03 Oktober 2013

Kiasan Makna ~~

kala semua telah terasa di ambang kekuasaan
merasa banyak sekali yang terjadi dalam diri
baik masalah satu, demi satu berganti
sebenarnya saat itu dekat pada hakikat kehidupan

sejenak merenungi diri
atas apa yang terjadi 
untuk kesekian kali

bahwasanya semua yang terjadi 
akibat diri sendiri
atas kelakuan diri sendiri

meski saat ini, 
masih ada di antaranya merasa bahwa 
yang terjadi tidak adil, tidak impas

namun, selalu akan ada waktunya
waktu dimana akan menyadari atas poin tersebut

~~ 03 Oktober 2013

hay hay, udah lama nih ga mosting, yupps
benar sekali ini akibat 
kerjaan numpuk, padahal ya

udah dicicil ngerjainnya, tapi ya gitu, selalu
selalu ada tambahan

yang pertama selalu ditagih-tagih tuh sama si VP nya
terus yang kedua ditanyain oleh PC nya,
dan sore ini nih, padahal udah pkl 5.02 tett loh (PM)
SA nya giliran nanya

dan dengan entengnya bilang,
besok bisa diaplikasikan k client kan?

whoooooot? 0_o
siapa yang ga kaget, loh bukannya uda lewat jam kantor?
berarti lembur dong, hehehe :D

Selasa, 24 September 2013

Tanpa Bahasa

kenal kan Afgan?

akhir-akhir ini, playlistku Afgan loh, pasti temen-temenku yang Afganisme
pada teriak-teriak deh, hahaha :D

yupp ini, akan sedikit membahas tentang lagu ini, lagu yang berjudul "Tanpa Bahasa"

mungkin, ini lagu diciptakan saat sang kekasih yang telah lama,
lama mengenal, bersama, tiba-tiba memutuskan untuk entah
demi melanjutkan karir, pendidikan pokok kehidupannya

dan masih belum menemukan suatu jawaban akan hidup yang dijalani bersama pasangannya
atau mungkin karena saran dan nasihat dari orang tua

sehingga memutuskan untuk pergi, namun di sisi kekasih yang ditinggal,
dia selalu mendukung keputusannya,

Senin, 23 September 2013

Goodreads | Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin ~~

nyambung sama postingan yang kemaren-kemaren tentang Daun juga
ini ada referensi dari Goodreads nih,

sedikit njiplak, hehehehe :D
happy reading
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. 
Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan.
Mengikhlaskan semuanya.

"Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta."

 "Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus."

"Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana."

"Kebaikan itu memang tak selalu harus berbentuk sesuatu yang terlihat."

cr : www.goodreads.com

Minggu, 22 September 2013

Puter-Puter Jekardah (?)

apaaa???

bisa melongooo doang, dari utara ke pusat
dari pusat ke barat,
dari barat ke selatan, selatan ke timur
dari timur balik lagi ke pusat
dari pusat berujung ke utara lagi

yupp, hari Sabtu yang hemmm
sungguh, sungguh meng -
entah apa rasa yang tepat untuk hari Sabtu kemarin

berdiri - duduk - duduk - berdiri
berdiri - duduk - berdiri - berdiri

dan itulah posisi di atas busway